Abah Ajang lahir secara prematur di sebuah daerah pedalaman dengan kondisi kaki yang tidak sempurna. Keterbatasan akses kesehatan membuat keluarganya hanya mampu membawanya berobat secara alternatif. Sejak kecil hingga kini, rasa sakit dan keterbatasan itu menjadi bagian dari hidupnya yang tak pernah benar-benar pergi.

Kini, di usia 56 tahun, Abah Ajang belum menikah dan hidup berdua bersama ayahnya yang tuli dan sudah tidak mampu beraktivitas. Ia menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Jika Abah Ajang tak bekerja hari itu, maka tak ada makanan yang bisa mereka santap. Dengan kaki yang sering nyeri dan lemah, ia tetap memaksakan diri bekerja demi bertahan hidup.

Menjadi tukang parkir di minimarket, membersihkan sampah di pasar, hingga mencari rumput untuk dijual ke pemilik kambing, semua pekerjaan halal ia jalani. Penghasilannya tak lebih dari 20 ribu rupiah per hari, namun tekadnya jauh lebih besar dari keterbatasannya. #OrangBaik, Abah Ajang tak meminta kemewahan. Uluran tangan kita hari ini bisa meringankan langkahnya dan menjadi harapan agar ia dan ayahnya dapat hidup lebih layak di sisa usia mereka.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |