Abah Karjo duduk di sudut jalan dengan tubuh yang ringkih dan lelah. Usianya sudah menginjak 80 tahun, namun ia masih harus berjuang sendiri di kerasnya jalanan kota. Tak ada rumah untuk pulang, tak ada keluarga yang menunggu. Abah hanyalah seorang perantau tua sebatang kara yang bertahan hidup dengan cara merangkak mencari rongsokan. Dari hasil mengais barang bekas, penghasilannya tak pernah lebih dari Rp20.000 hingga Rp45.000 per minggu. Itupun sering kali tidak cukup untuk makan.

Dalam hidupnya, Abah sudah tiga kali menjadi korban tabrak lari. Tubuh orang tuanya dihantam kendaraan yang melaju kencang, terlempar ke aspal, dan dibiarkan begitu saja tanpa pertolongan. Terakhir, sebuah sepeda motor menabraknya dari belakang hingga Abah tak sadarkan diri dan berlumuran darah. Sejak kejadian itu, ia tak lagi mampu berdiri atau berjalan. Setiap gerakan terasa seperti menahan sakit yang luar biasa, namun Abah tetap berusaha karena ia tahu, tak ada siapa pun yang akan membantunya.

Hari-hari Abah diisi dengan rasa sepi dan hinaan. Ia sering diejek sebagai “orang tua tak berguna” atau “sampah jalanan”. Meski hatinya perih, Abah memilih diam dan terus bertahan. Di usia senjanya, Abah hanya berharap bisa hidup sedikit lebih layak dan tidak lagi memenuhi aspal. #KawanKebaikan, mari ulurkan tangan untuk Abah Karjo. Setiap bantuan yang diberikan adalah harapan agar Abah bisa menjalani sisa hidupnya dengan lebih manusiawi, sekaligus menjadi ladang pahala yang terus mengalir, di dunia dan akhirat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |