Di sudut desa yang sunyi, Abah Solihin menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Usianya kini 85 tahun, dengan penglihatan yang semakin hilang dan pendengaran yang melemah. Abah adalah pengrajin anyaman, memanfaatkan tanaman alam yang tumbuh liar atau ia menanam sendiri di lahan belakang rumahnya. Dari pekerjaan itu, penghasilannya hanya sekitar Rp80.000 dalam setahun—itulah satu-satunya sumber nafkah yang pernah ia miliki. Namun dua tahun terakhir, tak ada lagi pesanan aman yang datang.

Sejak delapan tahun lalu, hernia yang dideritanya semakin membesar dan membatasi aktivitas Abah. Di masa mudanya, Abah sering mengangkut batu dan kayu besar demi menyambung hidup. Kini, penyakit itu membuatnya sering terjatuh saat beraktivitas. Suatu saat, Abah turun ke parit hingga tubuh dan pakaiannya penuh lumpur saat berhasil pulang ke rumah. Selain hernia, Abah juga mengalami stroke ringan yang semakin menyulitkannya untuk mencari nafkah.

Hari-hari Abah kini dilalui dengan makan seadanya, memanfaatkan apa pun yang bisa dimakan dari alam sekitar, sambil berharap suatu hari ada kembali pesanan anyaman meski upahnya sangat kecil. Di tahun 2024 ini, Rp80.000 setahun tentu tidak cukup untuk hidup, namun Abah tetap bertahan tanpa keluhan. #OrangBaik, uluran tangan kita bisa menjadi penopang hidup Abah Solihin di masa orang tua, membantu memenuhi kebutuhan harian dan perawatan kesehatannya, serta menjadi amal kebaikan yang mengalir bagi kita semua.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |