Pak Suryana (67 tahun) bersama sang istri harus menjalani hari tua dengan perjuangan yang berat. Mereka merawat cucunya, Deri (21 tahun), penyandang disabilitas down syndrome yang juga mengidap epilepsi. Ayah Deri meninggal dunia 17 tahun lalu, dan sejak itu Deri sepenuhnya diasuh oleh kakek-neneknya di sebuah kontrak petak yang sempit. Di usia yang tak lagi muda, Pak Suryana tetap memikul tanggung jawab besar demi keberlangsungan hidup keluarganya.

Setiap hari sejak pukul 5 pagi, Pak Suryana mengayuh becaknya di pasar, mengantar penumpang atau membawakan barang. Namun kini becak semakin sepi peminat. Penghasilannya hanya sekitar Rp10.000–Rp15.000 per hari. Padahal selain kebutuhan rumah tangga, Pak Suryana harus memberi perhatian ekstra pada Deri yang sering mengalami kejang dan membutuhkan perawatan rutin. Untuk makan saja sering kali harus berhemat, apalagi untuk biaya terapi dan kontrol kesehatan Deri yang masih sangat jauh dari kata cukup.

Pak Suryana memiliki harapan sederhana: membuka usaha gorengan di rumah agar bisa tetap bekerja sambil merawat cucunya. Sang istri pernah mencoba berjualan, namun usaha itu terhenti karena modal yang sangat terbatas dan habis untuk kebutuhan harian. #SahabatBaik, mari sisihkan sebagian rezeki kami untuk membantu Pak Suryana memiliki usaha yang lebih layak, agar di usia senja ia bisa tersenyum dan Deri mendapat perawatan yang lebih baik.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |