“Saya Allan, seorang kuli bangunan di daerah Yogyakarta. Saat ini anak saya ,Yusyfina yang masih berusia 1,5 tahun sedang sakit Atresia Billier”, ucap seorag ayah yang putri kesayangannya mengalami penyumbatan empedu sejak usia lima bulan. Pada awalnya Yusyfina lahir normal seperti bayi-bayi pada umumnya. Sampai akhirnya di usianya yang menginjak 2 bulan ,tubuh Yusyfina mulai berubah dengan terlihat agak menguning. Akhirnya kedua orang tuanya membawa ia ke dokter anak terdekat. Pada saat itu, dilakukan cek darah lengkap, dan hasilnya menunjukkan bahwa billirubin (pigmen utama empedu) Yusyfina sudah di atas normal. Itu artinya ada yang tidak baik-baik saja dengan fungsi empedu yang ia miliki. Namun pada saat itu, sang dokter belum merujuk ke RSUD dan hanya menyarankan untuk lebih sering dijemur pada pagi hari.
“Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya” (HR. Muslim). Sampai usia 5 bulan, warna kuning di tubuh Yusyfina tidak berkurang, justru bertambah pekat menjalar ke seluruh badan sampai bola matanya pun ikut berwarna kuning kehijauan . Setelah dirasa tidak ada kemajuan sama sekali, orang tua Yusyfina membawanya ke dokter spesialis anak yang ada di sekitar daerah mereka. Dari situlah Yusyfina didiagnosa mengidap Atresia Billier/ penyumbatan empedu, yang menyebabkan racun dalam tubuhnya tidak bisa dinetralkan dan berimbas pada kerusakan hati. Kondisi Yusyfina saat ini pun hanya bisa berbaring, dikarenakan perut yang semakin besar karna penumpukan cairan yang membuat Yusyfina sulit bergerak dan hanya bisa berbaring menahan sakit.
“Dari spesialis anak kami dirujuk ke RSUD Wonosari hingga akhirnya kami kembali dirujuk ke RSUP SARDJITO Yogyakarta, guna melakukan USG Scan liver dan Biopsi Hepar / pengambilan Sempel Hati guna memastikan sakit yang diderita Yusyfina, dan hasilnya pun sama, yaitu Atresia Billier . Dari usia 5 bulan perjalan Yusyfina bolak balik opnam di RSUP SARDJITO dikarenakan kondisi yang sering drop”, tegas Alan, Sang Ayah. Selama ini obat-obatan yang diminum sang anak guna mencegah komplikasi telah menjadi rutinitas selama 1 tahun lebih . Dan jika kondisi Yusyfina kembali drop, Yusyfina harus selalu transfusi darah, albumin (protein hati) dan lain-lain . dokter mengatakan jalan satu-satunya yang harus ditempuh Yusyfina adalah cangkok hati. Namun, Saat ini Yusyfina hidup di keluarga yang tidak berkecukupan. Dengan penghasilan Ayah yang hanya seorang kuli bangunan dan ibu seorang ibu rumah tangga, tidaklah cukup untuk membiayai oprasi yang sangat mahal.
Dari keprihatinan ini, kami ingin mengajak #OrangBaik menjemput ladang pahala jariyah dengan berdonasi untuk biaya oprasi Yusyifina. Saat ini kami membutuhkan biaya Rp. 350.000.000 biaya ini akan digunakan untuk penanganan oprasi cangkok hati Yusyifina. Setiap rezeki yang #OrangBaik berikan, membawa harapan sembuh bagi keluarga Yusyifina, dan InsyaAllah Allah mencatatnya sebagai pahala jariyah yang tiada putus. #OrangBaik juga bisa mambagikan tautan ini kepada rekan terdekat agar bisa ikut membantu.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |