Sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 26 November 2025. Namun bagi para penyintas, waktu tidak serta-merta menghapus luka dan trauma. Kehilangan orang tercinta, rumah, serta harta benda masih membekas jelas di wajah-wajah mereka yang hingga kini bertahan di tenda-tenda pengungsian, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang. Tatapan kosong penuh harapan menjadi saksi bahwa duka itu masih hidup bersama mereka setiap hari.

Kabupaten Aceh Tamiang yang dikenal sebagai Bumi Muda Sedia menjadi salah satu wilayah terdampak terparah. Angin puting beliung, banjir bandang, lumpur, dan tumpukan kayu berukuran besar meluluhlantakkan pemukiman warga. Infrastruktur rusak parah, jalan, fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, hingga fasilitas air bersih milik umum dan pribadi tak luput dari kehancuran. Padahal, air adalah sumber utama keberlangsungan hidup, terutama di masa pascabencana untuk kebutuhan memasak, mandi, dan bertahan hidup.

Ironisnya, hingga kini akses air bersih layak konsumsi masih sangat minim. Banyak penyintas terpaksa menggunakan air sisa banjir, air lumpur, air genangan, bahkan air got untuk mandi, mencuci, memasak, dan minum. Kondisi ini berisiko memicu bencana lanjutan berupa penyebaran penyakit seperti diare, muntaber, dan infeksi saluran pencernaan. Sebagian warga hanya bisa menampung air hujan dengan wadah seadanya. Sepanjang perjalanan kami ke 12 kecamatan di Aceh Tamiang, masih banyak keluarga yang bertahan hidup dengan air yang tidak layak.
#SobatSolidaritas, hari ini air bersih adalah sesuatu yang langka dan mahal bagi para penyintas. Mari bergandengan tangan, bahu-membahu menghadirkan kembali akses air bersih bagi mereka. Setiap bantuan yang dititipkan adalah harapan untuk hidup yang lebih sehat dan bermartabat pascabencana.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |