Di tengah kesejukan alam Tasikmalaya, berdiri sebuah yayasan kecil yang sejak lama menjadi tumpuan banyak harapan: Yayasan Amanah Muhsinin Peduli Umat. Dari bangunan sederhana inilah berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang terus dihidupkan—menjadi tempat berbagi, menguatkan, dan merawat kepedulian untuk sesama. Meski jauh dari kata mewah, yayasan ini tetap bertahan sebagai ruang harapan bagi mereka yang sering kali luput dari perhatian.

Setiap datang bulan Ramadhan dan momen Idul Adha, halaman yayasan selalu dipenuhi jamaah. Anak yatim, lansia, dan warga dhuafa datang untuk menerima santunan, zakat, serta daging kurban. Namun keterbatasan ruang membuat kegiatan sering dilakukan di bawah tenda darurat, bahkan harus menggunakan lahan warga sekitar. Saat hujan turun, lantai menjadi becek, jamaah berdesakan, dan kegiatan terpaksa dipercepat—di tengah wajah-wajah yang datang membawa harap dan kebutuhan.
Di balik keramaian itu, para pengurus hanya bisa saling menguatkan. Ada kegelisahan yang terus dipendam: bagaimana menghadirkan pelayanan yang layak bagi umat, sementara ruang berkumpul belum juga memadai. Aula yang diimpikan—sebagai tempat ibadah, belajar, dan kebersamaan—masih sebatas harapan. Namun semangat untuk melayani tak pernah padam, menunggu uluran kebaikan agar cita-cita menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi umat dapat benar-benar terwujud.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |