Di sebuah kampung yang sepi, tiga bersaudara yatim—Arsil, Nadira, dan Jibril—harus bertahan hidup tanpa sosok ibu yang selama ini merawat mereka. Mereka tinggal di rumah kayu yang nyaris roboh, dengan atap bocor dan dinding yang mulai lapuk. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka berusaha mencari penghasilan sendiri. Arsil membuat layang-layang dari bambu dan plastik bekas serta mencari rumput di sawah, sementara Nadira dan Jibril berkeliling menjual cimol titipan tetangga dengan upah yang hanya sekitar Rp15.000.

Uang yang mereka dapatkan sering kali bahkan tak cukup untuk membeli makanan. Mereka harus belajar bertahan di usia yang seharusnya masih dipenuhi kasih sayang dan perhatian orang tua. Pernah selama sehari penuh, mereka hanya minum air karena tak ada lagi beras di rumah untuk dimasak. Saat malam tiba, mereka hanya bisa berbaring di lantai kayu yang dingin, sementara hujan masuk melalui atap rumah yang bocor. Meski begitu, ketiganya tetap berusaha sekolah dan saling menguatkan agar bisa melewati hari demi hari.
Kini, #KawanKebaikan bisa menjadi bagian dari perjuangan mereka. Donasi yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, kebutuhan sekolah, serta membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi Arsil, Nadira, dan Jibril. Jangan biarkan tiga bersaudara ini terus menghadapi lapar dan hidup dalam ketakutan sendirian. Mari berdonasi hari ini dan hadirkan harapan agar mereka bisa tumbuh, belajar, dan menjalani hidup dengan lebih layak.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |