Aan seharusnya menikmati masa kecil seperti anak-anak lainnya. Namun karena terlahir dengan kelainan tulang, setiap langkah hidupnya harus dijalani dengan cara yang berbeda. Bersama sang adik, Irsyad, yang juga mengalami kondisi serupa, Aan setiap hari berjualan kerupuk keliling dengan cara ngesot dari pagi hingga siang demi membantu perekonomian keluarga. Saat tidak berjualan, ia ikut membantu ayahnya mengumpulkan kardus bekas untuk dijual agar dapur tetap bisa mengepul.

Perjuangan Aan tidaklah mudah. Dengan membawa kerupuk dan menemani adiknya, ia menempuh perjalanan yang jauh hanya untuk mendapatkan penghasilan sekitar Rp8.000 hingga Rp10.000 sehari. Dagangannya sering kali sepi karena banyak anak-anak takut melihat kondisi fisiknya, bahkan tak sedikit yang mengejeknya. Yang paling menyayat hati, di tengah tubuhnya yang penuh keterbatasan, Aan tetap memikul tanggung jawab untuk membantu keluarganya dan bermimpi membawa sang adik berobat agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Melalui program ini, kita ingin membantu Aan dan Irsyad memiliki warung sederhana sebagai sumber penghasilan yang lebih layak, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidup serta pengobatan mereka. Warung kecil itu akan menjadi harapan baru agar Aan tak lagi harus ngesot berjualan puluhan kilometer setiap hari. Mari menjadi bagian dari perjuangan mereka. Yuk, #KawanKebaikan, ulurkan tangan terbaikmu hari ini. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Aan dan Irsyad untuk menjalani hidup yang lebih layak dan penuh senyuman.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |