Selama 31 tahun, Abah Dakir menjalani hidup dengan tumor ganas yang perlahan memenuhi tubuhnya. Penyakit ini bermula dari rasa gatal hebat yang dulu ia anggap sepele. Garukan kecil berubah menjadi benjolan, lalu tumbuh semakin besar dan menyebar ke wajah, punggung, dada, tangan, hingga kaki. Kini, wajah Abah nyaris tertutup benjolan besar. Ia memilih menghindar dari keramaian, takut kehadirannya membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Diagnosis dokter menyebut Abah Dakir mengidap tumor lipoma ganas yang menyerang sistem imun. Kondisinya sudah parah dan membutuhkan serangkaian operasi—bukan satu, tapi berkali-kali. Di sisi lain, Abah dan istrinya hanya bekerja sebagai penjaga vila dengan penghasilan pas-pasan. Setiap gajian habis untuk membayar utang biaya berobat. Bahkan rumah mungil satu-satunya terpaksa dijual demi operasi. “Sudah malu pinjam ke sana-sini, tapi biaya masih kurang,” ujar Eli, istri Abah Dakir, dengan suara tertahan.

Meski kehilangan rumah, harta, dan hidup dalam keterbatasan, Abah Dakir tak menyerah. Demi menghindari tatapan orang, ia berangkat bekerja sejak selepas subuh dan pulang setelah magrib. Lansia dengan lima cucu ini hanya ingin satu hal: sembuh dan bisa hidup normal tanpa rasa sakit. #OrangBaik, uluran tangan kita bisa menjadi harapan terakhir agar Abah Dakir dapat melanjutkan pengobatan dan mempertahankan hidupnya. Setiap bantuan adalah bukti bahwa Abah Dakir tidak berjuang sendirian.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |