Apa yang kita anggap sampah, bagi Abah Pani adalah harapan hidup. Di usia 89 tahun, Abah masih mencari rongsokan keliling kampung sejak pagi hari. Sejak kecil ia mengidap penyakit kuning yang berdampak pada daya ingat dan daya tangkapnya. Karena itu, Abah selalu ditemani sang istri yang menuntunnya berjalan. Mereka tinggal di rumah kecil yang sudah bocor dan tak layak huni.

Setiap hari Abah berangkat pukul 6 pagi dengan sarapan seadanya, lalu berjalan cukup jauh mencari rongsok. Siang hari ia pulang sejenak, lalu kembali berkeliling hingga sore. Penghasilannya sering kali tak lebih dari Rp20.000 per hari. Kakinya sempat tak bisa berjalan karena kelelahan dan pernah terserempet motor. Namun Abah tetap bertahan demi bisa makan bersama istrinya.

Meski hidup dalam keterbatasan, hati Abah Pani tetap penuh kebaikan. Ia rutin ikut pengajian, berpuasa penuh, dan sering berbagi dari hasil rongsokannya kepada jamaah masjid. Bahkan saat pernah diperlakukan tidak adil, Abah tetap memilih bersabar. Sahabat Inisiatif, mari bantu ringankan beban Abah Pani dengan modal usaha sederhana dan renovasi rumah agar ia bisa menjalani hari tua dengan lebih layak.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |