“Jatuh beberapa kali di jalanan licin, tapi Abah tetap memikul karung pepaya demi keluarga yang menggantungkan hidup padanya.” Di tengah hujan yang belum reda, Abah Rukmana tetap berjalan perlahan sambil bertumpu pada tongkat. Kaki kanannya telah diamputasi setelah kecelakaan tragis yang mengubah hidupnya. Namun demi keluarga yang menunggu di rumah, Abah tetap berkeliling menjual pepaya dengan satu kaki yang tersisa.

Musim hujan menjadi ujian berat bagi Abah. Jalanan yang licin membuat tongkatnya mudah tergelincir. Tak jarang ia jatuh bersama karung pepaya yang dibawanya. Buah-buah itu pecah dan tak lagi layak dijual, artinya Abah harus pulang tanpa membawa penghasilan. Meski tubuhnya lelah dan sering terluka, ia tetap bangkit dan melanjutkan langkahnya, karena keluarga di rumah hanya bergantung padanya.
Kecelakaan yang merenggut kakinya terjadi saat Abah terjepit di antara mobil dan truk batubara. Kini hidupnya berubah total, namun semangatnya tak pernah padam. Yuk bantu Abah Rukmana agar ia bisa tetap mencari nafkah dengan lebih aman dan layak, tanpa harus mempertaruhkan keselamatannya di jalanan setiap hari. Sedikit kepedulian kita bisa menjadi harapan besar bagi Abah dan keluarganya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |