Saat kebanyakan orang seusianya menikmati masa tua dengan beristirahat, Abah Uyung (63 tahun) justru harus bertarung dengan kerasnya jalanan. Nasib malang menimpanya ketika sedang berjualan snack keliling, ia ditabrak truk hingga mengalami luka serius. Ratusan jahitan harus dijalani, dan sejak kecelakaan itu kaki serta tangannya tak lagi bisa digerakkan dengan normal. Namun keterbatasan fisik tak memadamkan tekadnya untuk tetap mencari nafkah demi keluarganya.

Cobaan hidup Abah Uyung tak berhenti di sana. Sebelum kecelakaan, ia juga pernah menjadi korban pemalakan saat berjualan, membuat penghasilan yang sudah pas-pasan semakin tergerus. Meski tubuhnya kini terseok dan tangan tak lagi leluasa, Abah Uyung tetap menggendong dua rinjing berisi snack, berkeliling Kota Sumedang dengan langkah tertatih. Senyum tulusnya selalu ia berikan pada setiap orang, meski rasa sakit kerap ia sembunyikan sendiri.

Setiap pagi, Abah Uyung bangun lebih awal dari kebanyakan orang. Tubuhnya nyeri dan kaku, namun ia tetap memaksakan diri bersiap berjualan. Bukan karena pilihan, melainkan karena tanggung jawab—ada istri yang menunggu nafkah di rumah. Tak pernah ia mengeluh, hanya doa sederhana agar dagangannya laku dan cukup untuk membeli beras atau obat. Kerabat, mari ringankan langkah Abah Uyung agar perjuangannya tak terus dijalani seorang diri.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |