Akhsan lahir dari kehamilan yang tak diharapkan dan bahkan hampir digugurkan saat usia kandungan lima bulan. Ia lahir prematur di usia delapan bulan tanpa tangisan, tubuhnya lemah dan penuh tanda tanya. Setelah diperiksa lebih lanjut, dokter mendiagnosis Akhsan mengidap hidrosefalus, penumpukan cairan di otak yang membuat kepalanya membesar, serta terindikasi infeksi HIV. Sejak saat itu, hidupnya menjadi rangkaian panjang perawatan medis dan perjuangan untuk bertahan.

Kini Akhsan diasuh oleh orang tua angkat yang bekerja sebagai tukang bubur keliling dengan penghasilan sekitar Rp30.000 per hari. Meski hidup dalam keterbatasan, mereka merawat Akhsan dengan penuh kasih sayang. Ia harus kontrol rutin setiap 10–20 hari sekali dan sering mengalami kejang hingga lima atau enam kali dalam sehari. Tak jarang, orang tua angkatnya hanya memegang uang Rp50.000 saat harus membawanya berobat, bahkan harus memilih antara kebutuhan makan atau biaya pengobatan.

Di balik tubuh kecil yang rapuh, Akhsan menyimpan semangat hidup yang luar biasa. Ia ingin sembuh, ingin merasakan masa kecil yang layak seperti anak-anak lainnya, bermain, tertawa, dan tumbuh sehat. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk biaya kontrol rutin, pengobatan hidrosefalus, pemeriksaan lanjutan terkait HIV, kebutuhan nutrisi, serta biaya operasional ke rumah sakit. Yuk bersama menjadi bagian dari harapan Akhsan, agar perjuangannya tidak ia lalui sendirian.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |