“Meninggalkan anak balitanya sendirian di rumah selalu menghantui pikiran Bu Komala.” Rasa cemas itu berubah menjadi ketakutan nyata saat suatu hari ia memergoki anaknya bermain dengan aliran listrik. Bayangan buruk terus menempel di kepalanya, membuat setiap langkah berjualan terasa berat, dadanya dipenuhi rasa was-was yang tak pernah hilang.

Bukan karena tega, tapi keadaanlah yang memaksa. Sejak suaminya meninggal, Bu Komala menanggung semua beban hidup seorang diri. Ia harus berjualan keliling demi makan sehari-hari dan menutup tunggakan kontrakan yang sudah tiga bulan belum terbayar. Membawa anaknya ikut berjualan bukan pilihan mudah, ia tak tega melihat balita sekecil itu kepanasan dan kelelahan di jalanan.
Kisah Bu Komala adalah potret perjuangan banyak ibu tunggal di luar sana. Terjepit antara mencari nafkah atau menjaga anak tetap aman. Kerabat, yuk bantu Bu Komala agar bisa bekerja dengan tenang tanpa meninggalkan buah hatinya dalam bahaya. Dukungan kecil darimu bisa menjadi rasa aman besar bagi seorang ibu dan anaknya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |