Setiap hari, Dik Ari menyeret kakinya sejauh 5 KM keliling kampung. Kakinya bengkok terpelintir sejak lahir, ia berjalan dengan lutut dan tangan sebagai tumpuan. Luka lama belum sembuh, luka baru kembali tergores tanah dan bebatuan. Tapi jika ia tak jualan dompet kecil buatan kakaknya, ia tak bisa makan hari itu.

Dik Ari adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya, Wina (13 tahun), dan adiknya yang masih 3 tahun juga mengalami kondisi kaki bengkok. Ayah mereka pergi entah ke mana. Kini hanya ibu dan ketiga anak ini yang saling menguatkan. Dari jualan dompet, mereka hanya mendapat Rp5.000–Rp10.000 sehari. Wina pun bermimpi punya mesin jahit agar bisa produksi lebih banyak dan membantu keluarga.

Tanpa pengobatan dan alat bantu, kondisi mereka terus memburuk. Mari bantu Dik Ari dan kedua saudaranya mendapatkan pengobatan, alat bantu jalan, serta modal usaha agar mereka bisa hidup lebih layak dan tersenyum tanpa rasa sakit lagi.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |