“Maafin Ujang, Nek… Ujang belum bisa bahagiain Nenek…” Kalimat itu kerap terucap lirih dari Kang Ujang setiap kali rasa perih menyerang tubuhnya. Kulitnya kini nyaris tak lagi utuh, luka basah, darah, dan nanah menyelimuti hampir sekujur badan. Berawal dari gatal setelah berenang yang tak segera ditangani, infeksi itu berkembang menjadi penyakit kulit parah yang terus menggerogoti tubuhnya. Sedikit gesekan saja bisa membuat kulitnya robek dan berdarah, menimbulkan bau menyengat yang membuatnya kian terpuruk.

Saat ia paling membutuhkan dukungan, sang istri memilih pergi. Kini hanya nenek renta yang setia merawatnya. Tangan keriput itulah yang setiap hari membersihkan luka, menahan bau anyir, dan menguatkan hati cucunya. Untuk bertahan hidup, sang nenek berjualan tahu dan gorengan keliling dengan keuntungan hanya Rp500-Rp1.000 per bungkus. Jika dagangan sepi, mereka harus menahan lapar. Uang hasil jualan hanya cukup untuk makan seadanya, sementara pengobatan medis Kang Ujang terhenti karena tak ada biaya.

Infeksi ini bisa semakin parah dan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Kang Ujang ingin sembuh, ingin kembali bekerja agar neneknya bisa beristirahat di masa tua. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pemeriksaan dokter, perawatan intensif, obat-obatan, serta kebutuhan nutrisi selama pemulihan. Mari jadi bagian dari harapan Kang Ujang, setiap rupiah yang di titipkan adalah kesempatan baginya untuk sembuh dan hidup lebih layak.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |