Mak Aan (80 tahun) bertahan hidup seorang diri di kontrakan sempit yang menyatu antara dapur dan ruang tidur. Penyakitnya perlahan menggerogoti hidung dan mulutnya, bahkan kini mulai memengaruhi penglihatannya. Ia sering dijauhi, dipandang jijik, bahkan dianggap membawa penyakit, padahal ia hanya ingin diperlakukan sebagai manusia biasa.

Setiap pagi, dengan tubuh renta dan kepala yang kerap pusing, Mak Aan berjalan ke pasar menjajakan lap kain seharga seribuan. Penghasilannya hanya sekitar 15 ribu rupiah per hari, itu pun jika beruntung. Malam harinya, ia hanya bisa berdoa memohon kesembuhan dan kekuatan agar tetap bertahan hidup di tengah rasa sakit dan kesepian.

Yuk bantu Mak Aan, dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, modal usaha kecil agar Mak Aan tak perlu lagi berjalan jauh. Yuk hadirkan harapan untuk Mak Aan, agar ia bisa berobat, kembali merasa dihargai, dan menjalani sisa usianya dengan lebih layak dan bermartabat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |