Setiap pagi, langkah pincang Pak Maman terdengar pelan namun penuh tekad. Tulang di kaki kanannya bergeser setelah ia terjatuh dari jembatan bambu dan terhimpit bebatuan. Sejak saat itu, setiap langkah terasa seperti ditusuk jarum. Namun rasa sakit itu tak menghentikan Pak Maman untuk tetap berjuang mencari nafkah.

Demi bisa berjualan cilung, ia memikul gerobaknya yang beratnya belasan kilogram dan berjalan perlahan menyusuri jalan kampung. Dulu saat tubuhnya masih kuat, Pak Maman mampu berkeliling antar kampung. Kini dengan kondisi kaki yang semakin parah dan belum pernah mendapatkan perawatan medis, berjalan beberapa kilometer saja sering membuatnya kelelahan. Dari perjuangannya itu, ia hanya bisa membawa pulang sekitar dua puluh ribu rupiah setiap hari.

Di rumah, seorang bayi kecil berusia tiga bulan menunggu kepulangannya. Anak bungsu Pak Maman berada di usia yang sangat rentan, namun keterbatasan penghasilan membuat kebutuhan susu harus dihemat. Bahkan ketika benar-benar tidak ada uang, Pak Maman terpaksa mengganti susu bayinya dengan susu kental manis agar anaknya tidak terus menangis karena lapar. Yuk bersama bantu Pak Maman agar ia bisa mendapatkan pengobatan dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan lebih layak.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |