Pak Marya adalah seorang ojek online yang hidupnya berubah drastis setelah kecelakaan hebat. Mobil dari arah berlawanan menyalip dan menghantam motornya hingga satu kakinya harus diamputasi. Sejak saat itu, ia hanya bisa bertumpu pada satu kaki, meloncat-loncat menjemput orderan dengan tubuh yang mudah lelah dan perut yang sering kosong. Pendapatan semakin tak menentu, sementara stigma dan pembatalan order menjadi hal yang harus ia terima setiap hari.

Cobaan belum berhenti di situ. Kehilangan kaki membuat Pak Marya dianggap tak lagi berdaya. Istrinya meminta cerai dan mengusirnya dari rumah. Selama tiga tahun, Pak Marya hidup berpindah-pindah, tidur di masjid, pos polisi, hingga bangunan kosong—di mana pun yang mengizinkannya sekadar memejamkan mata. Meski hidup dalam keterbatasan dan kesendirian, ia tetap berusaha bertahan dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Saat malam tiba, Pak Marya justru mengabdikan dirinya di masjid. Ia menjadi marbot, muadzin, sekaligus guru ngaji anak-anak tanpa mengharap imbalan. Baginya, diberi tempat tinggal saja sudah merupakan nikmat besar. Namun kondisi fisik yang semakin lemah dan kebutuhan hidup yang tak terpenuhi membuat perjuangannya kian berat. Kerabat, mari ringankan langkah Pak Marya agar ia tak lagi menahan lapar dan bisa terus bertahan, bekerja, serta mengabdi di tengah keterbatasannya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |