Di usia 53 tahun, Pak Mail harus menerima kenyataan pahit setelah penyakit diabetes merenggut salah satu kakinya. Namun kehilangan kaki tidak membuatnya berhenti berjuang. Demi menghidupi istri dan anaknya, setiap hari ia menyeret tubuhnya di atas jalanan Aceh Timur sambil membawa sapu lidi untuk dijual dari kampung ke kampung. Dengan kondisi fisik yang terbatas, mencari nafkah menjadi perjuangan yang sangat berat.

Harga satu ikat sapu lidi yang dijual Pak Mail hanya Rp5.000. Jika sedang beruntung, ia bisa membawa pulang sekitar Rp10.000. Namun lebih sering, dagangannya tidak laku hingga ia pulang tanpa penghasilan. Di saat orang lain melangkah dengan kedua kaki, Pak Mail harus menyeret tubuhnya di atas aspal panas hanya demi membawa pulang sedikit makanan untuk keluarganya. Meski begitu, ia tetap memilih bekerja dan tidak pernah mengulurkan tangan untuk meminta-minta.
Hari ini, Pak Mail membutuhkan uluran tangan kita. Donasi yang terkumpul akan membantu memenuhi kebutuhan hidupnya, mendukung modal usaha, serta menyediakan perlengkapan yang dapat memudahkannya mencari nafkah. Mari hadirkan harapan baru untuk Pak Mail agar ia dapat berjuang dengan lebih layak. Yuk, bersama #KawanKebaikan, ringankan langkah perjuangan Pak Mail dengan berdonasi sekarang.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |