“Hasil layangan buruan nih… tiga ribu aja…” Kalimat itu hampir setiap sore terdengar dari Rangga. Di usianya yang masih sangat muda, Rangga harus berjuang menjual layangan putus demi menyambung hidup keluarganya. Sejak ibunya terkena stroke dan ayahnya terbaring lemah karena diabetes, Rangga sadar dialah satu-satunya yang bisa diandalkan.

Setiap hari, Rangga tak hanya mencari nafkah, tapi juga merawat. Ia melatih ibunya berjalan, menopang tubuh yang tak lagi kuat berdiri, sekaligus menjaga adiknya di rumah kecil mereka. Sekolah yang dulu ia jalani kini hanya menjadi kenangan. Bukan karena ia tak mau, tapi karena keadaan memaksanya memilih antara belajar atau bertahan hidup.

Dari memanjat pohon demi mengambil layangan hingga rela menahan lapar, Rangga hanya bisa mengumpulkan sekitar Rp9.000 di hari yang baik. Uang itu harus cukup untuk makan dan membeli obat bagi ibunya. Meski begitu, Rangga masih menyimpan harapan sederhana, ia ingin kembali sekolah dan melihat ibunya sembuh. Orang Baik, mari kita bantu Rangga agar bisa kembali meraih masa depannya dan meringankan beban yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |