Nurul Khotimah Singgili, 12 tahun, harus menjalani masa kecilnya di atas tempat tidur. Sejak lahir, ia mengalami cerebral palsy dan membutuhkan bantuan untuk hampir seluruh aktivitas sehari-hari. Suara bising dapat memicu kejang hebat hingga tubuhnya pucat dan membiru. Namun kini, kontrol medis dan terapi yang seharusnya dijalani Nurul terhenti karena keluarganya tidak memiliki cukup biaya.

Sejak sang ayah tidak lagi menafkahi keluarga pada 2024, ibunya harus berjuang sendiri menghidupi tiga anak dari kios kecil dengan penghasilan sekitar Rp500.000 per bulan. Kebutuhan popok, nutrisi, transportasi, dan perawatan Nurul sering kali menghabiskan sebagian besar penghasilan keluarga. Bahkan, sang adik yang masih SD terkadang harus menahan keinginan untuk bersekolah karena biaya transportasi dan makan harus diprioritaskan untuk kebutuhan keluarga. Di saat anak-anak seusianya bebas bermain, Nurul hanya bisa berkomunikasi lewat tangis dan tawa kecil dari atas tempat tidurnya.
Melalui kepedulian #KawanKebaikan, mari bantu Nurul kembali mendapatkan kontrol medis, terapi, popok, susu, dan asupan bergizi yang dibutuhkannya. Setiap donasi akan menjadi bagian dari ikhtiar keluarga agar Nurul dapat menjalani hari dengan lebih nyaman dan layak. Mari berdonasi hari ini dan bantu Nurul bertahan melewati hari-hari sulitnya.