“Empat puluh orang kawan saya gugur di medan perang, saya sendiri terkena tembakan. Saat itu, benar-benar tidak percaya masih bisa hidup,” kenang Pak Holili Sukarman, seorang veteran dari Kesatuan 330 Kujang I Dayeuh Kolot. Puluhan tahun ia habiskan di medan pertempuran, dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Timor Timur. Tubuhnya penuh luka, jiwanya menyimpan kenangan getir dentuman senjata, jeritan kawan, hingga bau mesiu yang tak pernah hilang dari ingatan. Semua itu ia jalani demi satu tujuan menjaga merah putih tetap berkibar.

Kini, di usia 80 tahun, Pak Holili tinggal sederhana di rumah susun Bandung bersama sang istri. Hari-harinya ia habiskan dengan berkebun dan membuka warung kecil sekadar untuk menyambung hidup. Meski tetap bersyukur, hasil usahanya tentu jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan di usia senja. Melalui donasi sebesar Rp20.000.000, bantuan akan dialokasikan untuk tambahan modal usaha warung, pemenuhan kebutuhan pokok, serta mendukung keberlangsungan hidup Pak Holili agar ia bisa menikmati masa tua yang lebih tenang.
#KawanKebaikan kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari keringat, air mata, bahkan darah para pejuang seperti Pak Holili. Mari kita balas pengorbanan itu dengan apresiasi tulus. Apa yang kita berikan mungkin tak sebanding dengan perjuangannya, tetapi akan menjadi tanda cinta dan penghormatan untuk pahlawan yang kini menua dalam kesunyian. Semoga setiap kebaikan yang kita salurkan dibalas Allah dengan keberkahan hidup, rezeki yang luas, dan kesehatan yang panjang. Aamiin.

Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |