Sekitar 7.800 warga pesisir masih kesulitan mendapatkan akses menuju masjid terdekat. Mereka harus menyeberangi laut dari Madura menggunakan satu-satunya transportasi yang tersedia, sampan atau perahu kayu, dengan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. Ketika ombak besar datang, mereka tak berani menyeberang. Bukan hanya karena takut, tetapi karena keselamatan menjadi taruhan. Bagi mereka, memiliki masjid sendiri bukan sekadar impian, melainkan kebutuhan agar bisa beribadah tanpa harus mempertaruhkan keselamatan di tengah laut.

Warga sebenarnya sudah berusaha membangun masjid dengan kemampuan seadanya. Sedikit demi sedikit, mereka mengumpulkan dana dari hasil melaut yang pas-pasan. Namun ketika penghasilan sedang sulit dan kebutuhan keluarga harus dipenuhi, pembangunan akhirnya terhenti. Mereka sudah mulai membangun rumah Allah, tetapi kini bangunan itu terdiam karena biaya tak lagi cukup untuk melanjutkannya. Setiap hari mereka masih harus menatap masjid yang belum selesai, sementara untuk shalat berjamaah mereka tetap bergantung pada perjalanan menyeberangi laut yang tidak selalu aman.
Kini, mari kita bantu melanjutkan pembangunan masjid ini agar 7.800 warga dapat memiliki tempat ibadah yang dekat, aman, dan layak. InsyaAllah, setiap sujud, setiap lantunan ayat Al-Qur'an, setiap azan, dan setiap kebaikan yang lahir dari masjid ini dapat menjadi aliran pahala jariyah bagi para donatur dan orang tua yang diniatkan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah). #KawanKebaikan, jangan biarkan mereka terus menyeberangi laut hanya untuk beribadah. Mari bantu tuntaskan pembangunan masjid ini dan alirkan jariyah untuk diri kita serta orang tua tercinta.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |