Munu Akuba, seorang petani dari Dusun II Poheita, Desa Tanah Putih, Kecamatan Dulupi, harus menghadapi cobaan berat sejak tahun 2020. Awalnya, saat membersihkan lahan, mata Munu tak sengaja terkena tanah. Karena dianggap sepele, matanya hanya digosok saat terasa gatal tanpa segera mendapatkan pengobatan. Hari demi hari, kondisi mata Munu justru semakin memburuk—memerah, terasa perih, hingga akhirnya membengkak parah dan mengganggu penglihatannya.

Berbagai upaya telah dilakukan demi kesembuhan. Munu telah berobat ke RSUD Tenriawaru Bone, RS Aloei Saboe, hingga mencoba pengobatan herbal. Namun hasilnya belum menunjukkan perbaikan signifikan. Dokter menyampaikan bahwa pembengkakan mata Munu berada di dalam rongga tulang tengkorak, sehingga tindakan operasi memiliki risiko yang sangat tinggi, bahkan dapat mengancam nyawanya. Saat ini, Munu hanya bisa mengandalkan satu matanya untuk beraktivitas. Paparan sinar matahari atau aktivitas sederhana seperti memasak saja sudah menimbulkan rasa perih yang luar biasa.

Di tengah kondisi medis yang berat, Munu dan suaminya tetap bertahan hidup sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Meski BPJS aktif, tidak semua obat dan tindakan medis ditanggung. Biaya pengobatan yang besar menjadi beban yang sulit mereka pikul sendiri. #OrangBaik, mari bersama membantu Ibu Munu mendapatkan pengobatan yang layak agar ia bisa kembali melihat dan bekerja seperti sedia kala. Setiap donasi yang dititipkan adalah harapan baru bagi Munu untuk menjalani hidup dengan lebih sehat, mandiri, dan bermartabat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |