Di usianya yang sudah menginjak 65 tahun, Mbah Paijo harus menjalani hari-hari dalam kesunyian yang mendalam. Sebagai seorang penyandang disabilitas dengan keterbatasan berbicara (tuna wicara), beliau tidak mampu mengeluhkan rasa sepi atau lapar yang mungkin menghampirinya.

Penderitaannya kian terasa sejak setahun yang lalu, saat kedua orang tuanya satu-satunya pelindung beliau berpulang ke Rahmatullah. Kini, Mbah Paijo tinggal sebatang kara di sebuah kamar sempit berukuran 3x3 dengan fasilitas yang sangat minim.
Bukan tanpa alasan keluarga (tante dari pihak ibu) terpaksa menjaganya di dalam kamar tertutup. Kondisi Mbah Paijo yang kesulitan berkomunikasi membuatnya rentan saat berada di luar. Pernah suatu hari, beliau pergi meninggalkan rumah dan tidak tahu jalan pulang. Pihak keluarga harus mencari ke berbagai wilayah hingga akhirnya ditemukan di padukuhan lain dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Kini, demi keselamatannya, Mbah Paijo menghabiskan seluruh waktunya di dalam kamar. Namun, ruang sempit itu jauh dari kata layak untuk masa tua seorang lansia disabilitas.
Mbah Paijo adalah pengingat bagi kita semua bahwa ada saudara kita yang tak mampu bersuara untuk meminta tolong. Kami mengajak Sahabat Peduli untuk memberikan secercah harapan bagi masa tua Mbah Paijo melalui bantuan berupa:
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |