Sudah sebulan berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda Sumatera dan menghantam Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat pada 26 November 2025. Namun luka, duka, dan trauma para penyintas belum benar-benar pergi. Di berbagai posko pengungsian, khususnya di Aceh Tamiang, tatapan kosong penuh harap masih terlihat jelas. Banyak keluarga kehilangan orang terkasih, harta benda, dan rasa aman, sementara kehidupan mereka masih bergantung pada tenda-tenda darurat.

Kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Muda Sedia ini menjadi salah satu wilayah terparah. Angin puting beliung, banjir bandang, lumpur, dan tumpukan kayu besar meluluhlantakkan pemukiman serta infrastruktur penting. Jalan rusak, fasilitas kesehatan lumpuh, tempat ibadah porak-poranda, dan sekolah dari PAUD hingga SMA mengalami kerusakan berat. Dinding jebol, pagar ambruk, atap sekolah hilang, bahkan masjid nyaris terbenam dalam lumpur setinggi hingga 90 cm.

Ibu Ermawati, guru SD Negeri Jambo Rambong yang telah mengabdi selama 17 tahun, masih menyimpan trauma mendalam. Banjir merusak buku pelajaran, alat peraga, ruang kelas, hingga meja dan kursi yang hanyut terbawa arus. Ia sempat panik saat banjir menerjang sekolah dan rumahnya, memaksa mereka mengungsi demi bertahan hidup. Kini, para guru berusaha bangkit sambil menyimpan kekhawatiran akan bencana lanjutan: kemunduran pendidikan dan mental anak-anak. #SobatSolidaritas, SDN Jambo Rambong hanyalah satu dari banyak sekolah terdampak di Aceh Tamiang. Mari bergandengan tangan memulihkan pendidikan, agar masa depan anak-anak tidak ikut hanyut bersama bencana.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |