Rizki harus menjalani hidup dengan kondisi yang tidak mudah. Gangguan saraf yang dideritanya bermula sejak ia terjatuh saat kelas 2 SD. Sejak itu, tubuhnya perlahan melemah hingga kini hampir seluruh anggota badannya tak dapat digerakkan. Rizki hanya bisa berbaring di tempat tidur, bergantung sepenuhnya pada bantuan ibunya untuk aktivitas sehari-hari.

Di masa sekolah, ibunyalah yang setia menggendong dan mendampingi Rizki ke mana pun. Mereka tak jarang menerima perlakuan tidak menyenangkan, namun sang ibu selalu menguatkan Rizki dengan kesabaran dan iman. Ayah Rizki bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara kebutuhan hidup dan pengobatan terus berjalan.

Sebagai anak pertama, Rizki tak ingin hanya berdiam diri. Meski dengan keterbatasan fisik, ia berusaha membantu orang tuanya dengan berjualan pulsa melalui ponsel. Bahkan ketika tangannya sudah tak kuat, ia mengoperasikan layar menggunakan lidah. Kini berbagai pengobatan telah diupayakan, namun kondisinya justru semakin menurun. #OrangBaik, uluran tangan Anda sangat berarti untuk membantu Rizki mendapatkan perawatan yang layak dan menjaga harapan hidupnya tetap menyala.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |