“Saya Rihas, Santri di Pondok Pesantren Tunarungu Jamhariyah Sleman. Di sini kami belajar mengaji dan berwirauaha. Meskipun kami memiliki keterbatasan tetapi kami juga tidak ingin selamanya berpangku tangan”. Kemandirian merupakan langkah efektif untuk mencapai tujuan hidup tanpa harus bergantung pada orang lain, termasuk salah satunya adalah upaya kemandirian yang dilakukan Pesantren Tunarungu Jamhariyah Sleman Yogyakarta. Selain menjadi lembaga dakwah agama untuk penyandang tunarungu, pesantren ini juga menjadi lembaga pendidikan yang membangun kemandirian ekonomi santri. Setiap santri yang belajar di pesantren ini, tidak dibebankan biaya tempat tinggal maupun biaya belajar. Pihak Pesantren menyadari, bahwa masih banyak kalangan tunarungu yang berasal dari keluarga kurang mampu dan harus mereka bantu. Di sana banyak santri tunarungu yang tidak mendapatkan kecukupan ekonomi dari keluarga. Hal inilah yang kemudian menumbuhkan inisiatif pesantren untuk membangun usaha kemandirian, demi bisa menopang kebutuhan santri sehari-hari. Sayangnya kegiatan itu baru bisa dilaksanakan setahun sekali, dikarenakan tidak tersedianya anggaran pendidikan untuk melakukan training, pembinaan hingga modal usaha.
“Tidak ada halangan bagi tunanetra, tunadaksa, orang sakit, dan kalian semua untuk makan bersama dari rumah kalian, rumah bapak kalian atau rumah ibu kalian”(Q.S An Nur : 61). Para ustadz dan ustadzah Pesantren Jamhariyah juga ikut menyumbangkan rezekinya untuk pengembangan pesantren. Namun hal itu belumlah cukup untuk menutupi semua kebutuhan santri. Lemahnya kondisi sosial ekonomi Pesantren, membuat program yang dicita-citakan belum dapat berjalan maksimal. Padahal alat-alat yang tersedia untuk belajar bisa rusak jika terus-terusan dibiarkan. Biarpun demikian, mereka tetap kompak dan antusias ketika memproduksi olahan untuk mereka jual. Produk yang telah mereka produksi saat ini berupa pengolahan abon ikan, kerupuk ikan, dimsum ikan yang berasal dari hasil tambak di lingkungan sekitar pesantren . Tambak itu digarap oleh para santri sendiri. Terkadang, karena tidak adanya modal pengembangan usaha, santri tunarungu terpaksa produksi abon milik pihak lain.
Saudaraku, Mari bersama kita dukung upaya kemandirian mereka agar dapat mencukupi biaya hidup sehari-hari. Donasi yang #OrangBaik berikan insyaAllah dapat menjadi perantara terbukanya pintu doa-doa. Sebab Allah SWT menganjurkan kita untuk senantiasa menyayangi kaum-kaum yang lemah. Saat ini Pesantren membutuhkan biaya untuk membuka lagi sekolah wirausaha dan untuk modal usaha. Sebuah langkah baru yang bisa #OrangBaik mulai sebagai bentuk amal jariyah atas kepedulian terhadap sesama. #OrangBaik juga dapat membagikan tautan ini kepada rekan terdekat agar bisa iku membantu.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |

