“Hasil layangan buruan nih… tiga ribu aja,” begitu tawar Rangga (13 tahun) kepada teman-temannya setiap sore. Sejak ibunya lumpuh akibat stroke empat tahun lalu dan ayahnya terbaring lemah karena diabetes melitus, Rangga sadar dirinya harus mengambil peran orang dewasa di rumah. Usia yang seharusnya dipenuhi belajar dan bermain, kini habis untuk bertahan hidup.

Setiap pagi Rangga memapah ibunya agar ototnya tetap bergerak, lalu menemani adiknya belajar di rumah sempit mereka. Sekolah sudah lama ia tinggalkan, bukan karena malas, tapi karena tak ada biaya dan tak ada orang lain yang bisa merawat orang tuanya. Untuk makan dan obat, Rangga berburu layangan putus di lapangan, mengumpulkan pohon, bahkan pernah jatuh demi satu layangan yang bisa dijual.

Jika beruntung, Rangga menjual tiga layangan sehari dengan harga Rp3.000 per buah. Uang itu harus dibagikan untuk makan dan obat ibu, bahkan sering kali ia memilih menahan lapar. Di balik kelelahan, Rangga menyimpan mimpi sederhana: kembali sekolah dan melihat ibunya sembuh. #TemanBaik, uluran tangan kita bisa menjadi jalan agar Rangga kembali belajar dan keluarganya mendapat pengobatan yang layak.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |