Ramadhan tahun ini terasa berat bagi para korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera. Lumpur masih mengubur rumah, akses makanan dan air bersih terbatas, sementara banyak keluarga harus bertahan di pengungsian dengan fasilitas seadanya. Di tengah ibadah puasa, memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka menjadi perjuangan besar, padahal momen Ramadhan seharusnya diisi dengan ketenangan dan kebersamaan.

Tak hanya korban bencana, para dhuafa di berbagai daerah juga menghadapi ujian serupa. Abah Maman (76 tahun) masih memulung sejauh hampir 4 kilometer setiap hari demi bertahan hidup. Dalam 3–4 hari, penghasilannya hanya Rp20.000–Rp30.000. Di sela kelelahan, ia tetap membawa mushaf Al-Qur’an lusuh, membacanya dengan khusyuk saat beristirahat. Ada pula Abah Emed (74 tahun) yang berjualan ayakan sambil menahan nyeri di kaki, sering kali hanya berbuka dengan pisang atau air putih saat dagangannya belum laku.

Melalui Program Warteg Keliling Ramadhan, kami mengajak Sahabat Kebaikan menghadirkan paket makanan sahur dan berbuka yang layak dan bergizi bagi para pengungsi korban banjir bandang serta dhuafa. Bagi mereka, seporsi makanan bukan sekadar pengganjal lapar, tapi sumber kekuatan dan harapan. Yuk sisihkan rezeki, karena bantuan kecil dari kita bisa menjadi harapan besar agar mereka tetap kuat menjalani Ramadhan.
# Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pengadaan paket menu makanan sahur dan berbuka bagi dhuafa serta pengungsi korban banjir bandang Aceh–Sumatera. Jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk mendukung program lain di bawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |